Wednesday, 11 August 2010

Belajar Tanpamu

Jangan pergi dari aku karena aku belum belajar hidup tanpa kamu
Kamu matahariku, penerang hidupku
Sentuhan fajar di setiap nafasku dan belaian senja di setiap tidurku

Hembusan angin lembah mandalawangi yang kau berikan padaku, kini masih kusimpan dalam sebuah botol
Ketika kurindu padamu, kuambil botol itu lalu kudengarkan suara lagunya
Waktu itu, kaunyanyikan lagu cinta yang kau dendangkan bersama sang bayu
Tak ada dentingan gitar, namun gemericik mata air dan tarian edelweis kau sertakan dalam simponi mu.
Kadangkala kurasakan kerinduanku memudar seiring dengan alunan lagu botolmu
Seringkali kupertanyakan mengapa kamu begitu jauh, namun kau terus menjanjikan, sebentar lagi sayang, aku akan di sampingmu.

Puisi dari puncak gunung cikuray yang kau selipkan di kala kau menggendongku dan membawaku turun dari sana, terus kubaca berulangkali sampai kujenuh, namun aku tak pernah jenuh.
Masih saja teringat bagaimana kau terjatuh dan berkata : “Apakah kamu baik- baik saja, sayang?”, sedangkan kau terjatuh karena menggendongku.
“Sekarang mungkin kau bisa tertawa karena kau melihatku terjatuh”, katamu waktu itu. Sedangkan aku menyembunyikan air mata haru karena melihat darah mengalir dari lututmu yang membiru terantuk batu.
“Iya”, kubilang sambil tersenyum getir.
Lalu aku tersentuh, dan merasakan bahwa kau membuatku jatuh cinta lagi kepadamu karena kau berhasil meluluhkan hatiku, bukan karena sekuntum mawar, bukan karena cincin berlian, namun karena ketulusan hati untuk memberi tanpa mengharap kembali.

Aku memberikan lagu untuk kita sayang, lagu yang bercerita tentang indahnya cinta, seperti indahnya puncak gunung slamet yang kau ceritakan padaku waktu itu.
Walaupun aku tak mengerti betapa indahnya, namun aku melihat keindahannya melalui cerita, melalui gambaran yang kau berikan kepadaku.
Aku berikan lagu untuk kita, lagu yang menceritakan tentang bagaimana kita saling memaki, dan bagaimana kita saling memberi.
Lagu yang menceritakan deringan ponselku tiap malam, dimana aku menunggu suaramu dari seberang sana. Saat itu aku selalu bertanya, kapan aku dapat memelukmu, lalu kita bermimpi bersama lagi.
Lagu yang menceritakan pesan pesan rindu dari setiap pagi pagi ku,lalu menuliskan selamat malam sebelum aku memejamkan mata.

Lalu aku terpikir, aku tak mau belajar hidup tanpamu, karena tanpamu sama saja tanpa kehidupan, jarak membuat aku sesak napas, tak bisa tidur,apalagi tanpamu.
 

I am Nia Template by Ipietoon Cute Blog Design