Showing posts with label curhat. Show all posts
Showing posts with label curhat. Show all posts

Saturday, 24 November 2012

Flood... What a shame....

Rainy days had came, everybody should prepare of their umbrella, or maybe somebody umbrella. I my self, always bring little folded umbrella whether its rainy season or not. It just there in my bag no matter what. Now what I watch in TV everyday is all about rain and flood. Then I thought, how many days were we already in raining season?? I counted and the answer is only about 3weeks!!!
Sad? For absolutely sure. What have we done to earth? Even I didn't experience the flood, still the feel remains. Sad, embarrassed, angry, what I can do to safe the world is reduce the using of plastic bag and reduce the use of electricity. Hope you do the same if you love your home. This is earth, our only home....

Thursday, 2 August 2012

PDKT dan Analogi Mencontek

Berkutat dengan orang- orang yang jatuh cinta itu bikin bahagia, soalnya tiap hari ngeliat orang yang senyum- senyum sendiri sambil ngeliatin gadgetnya. Saya punya beberapa teman yang sedang jatuh cinta. Lumayan sih, bisa denger cerita mereka sehari- hari. Bikin berseri- seri. Seneng aja ngeliat orang blushing karena hal- hal sederhana. Misalnya waktu ngeliat kecengannya rambutnya berantakan. Ato cuman gara- gara disenyumin doank. Bahagia itu sederhana.

Saya dengan pasti berkata bahwa saya adalah salah satu segmen wanita yang agak agresif kalo lagi jatuh cinta.  Nggak seagresif minta nomor sama orang yang belom kenal sih... Cuman, saya jago bikin skenario.

"Ni, gue hari ini bahagia.", kata Yuna.

"Kenapa?"

"Nggak papa sih, cuman tadi di kereta ngeliat cowok kece."

Lalu Yuna bercerita tentang si Mr. Trainman ini. Ramah, suka senyum dan sayangnya belum sempet kenalan. Yaaah... saya tahu. Yuna ini manis dan pemalu, jadi gak mau kenalan sebenarnya, bukan belom sempet kenalan. Berbekal ceritanya bahwa dia dulu sering bareng seorang cowok di kereta, dan ternyata kecewa karena gak pernah kenalan, gara- gara cowoknya terlihat jutek, saya gemes.

"Kali ini lo harus kenalan, Yun...", menurut saya ini plan B Tuhan. Soalnya plan A-nya dulu nggak berhasil, cowoknya terlalu jutek, dan ceweknya terlalu pemalu.

Lalu saya ber-analogi.

"Yun, PDKT  sama orang kayak gini ibaratnya mencontek. Lo lagi nyontek waktu ujian, bobotnya 50% dan lo tau pengawasnya itu senior lo di kampus. Keliatannya galak sih, tapi lo gak kenal dia. Lo duduk paling depan, dan sempet dipelototin soalnya gelisah gara- gara ga tau jawaban sama sekali. Pilihan lo cuman dua:

  1. Lo nggak nyontek sama sekali soalnya lo takut dilaporin sama pengawas. Akibat : lo ga bisa jawab soal sama sekali. Nilai lo akan jadi E.

  2. Lo akan coba nyontek, ngeluarin kertas contekan dari kantong celana lo. Masa bodok dengan pengawas walaupun dipelototin dan disuruh masukin contekannya. Akibat: Kalau dilaporin nilai dapet E, kalau ga dilaporin, berarti lo hoki. Bisa dapet minimal B lah, kalau dapet A alhamdulilah...


Tinggal lo pilih aja Yun, yang mana..."

Kalau gue akan pilih nyontek, toh nggak akan ada ruginya. Semua itu diawali dengan anggukan dan senyuman, lalu basa- basi 'mau pergi kemana' atau 'eh, ketemu lagi', atau cuman sekedar 'hai'. Lama- lama jadi follow twitter, tukeran facebook sampai mungkin bisa tukeran cincin. Who knows?

Saya pilih mencontek :D

Thursday, 21 June 2012

Ready for Astronomy

Ini sebenarnya gara- gara mimpi. Ya... saya memang orang yang sangat memperhatikan mimpi dan hal- hal seperti imajinasi yang terlalu imajiner seperti itu. Dari situlah saya hidup.

Mimpinya sebenernya udah lupa kayak gimana, tapi yang jelas, saya memimpikan supermoon yang sangat super, bulannya keliatan segede gunung, dan gunungnya cuman keliatan kayak gunung teletabis. Bulannya merah. Oke, habis itu bulan punya satelit buatan manusia, berhubung bulannya lagi supermoon, makanya satelitnya juga keliatan banget lagi ngiderin bulan. Alhasil terjadi "gerhana bulan oleh satelit". Di bumi keliatan bayangan satelitnya.

Anyway, absurd. Very.

That's why saya berniat belajar ilmu kosmik dan astronomi. Penasaran, siapa tau, lewat mimpi Tuhan mau menunjukkan bahwa saya lebih cocok jadi astronot daripada market researcher :D.

 

Cheers,

Nia

Monday, 23 April 2012

Matur Sembah Nuwun

Sudah lama, saya ingin posting ini. Saya baru ingat sekarang. Mungkin karena euforia yang tak seberapa itu. Kenapa? Akhirnya saya lulus! Yeah! Waktu dosen pembimbing saya bilang, "selamat, Nia, kamu lulus." Saya langsung joget shuffle di ruang sidang, walaupun sebenarnya saya udah tau kalo saya pasti lulus (sombong dikit hahaha).

Tidak mau jadi orang sombong dan lupa akan kerendahan hati yang biasa diajarkan di PMP waktu eSDe, saya ingin mengucapkan 'Matur Sembah Nuwun' untuk semua pihak yang terkait secara langsung maupun tidak dalam kuliah dan penyelesaian TA saya selama 5,5 tahun di IT Telkom Bandung jurusan Teknik Informatika. Sekarang, saya menyandang gelar S.T di belakang nama saya. Puas? Sedikit. Kalau manusia cepat puasnya, kapan majunya??

Lembar Persembahan
Banyak pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam pengerjaan tugas akhir ini. Penulis mempersembahkan setiap lembar tugas akhir ini kepada semua yang tertulis di lembar ini.




  1. Terimakasih kepada Sang Bijaksana pencipta semesta. Ketika aku membuka mata dan sadar bahwa aku masih bisa bernafas, aku merasa Kau ada, mendampingiku dalam setiap kata yang kutulis pada buku harian waktu. Terimakasih karena kuboleh memanggilMu Bapa. Terimakasih kepada hati Yesus tak bernoda, dan kepada Bunda Maria yang selalu berdoa bagi anak- anaknya.

  2. Terimakasih kepada Bapak dan Ibu. Atas semangat yang selalu dilimpahkan seperti hujan di bulan Desember. Untuk doa yang terus menerus terucap dari hati orangtua kepada anaknya. Sampai ketika aku menutup mata nanti, aku tak akan bisa membayar kasih yang tak pernah terucapkan oleh kata.Terimakasih untuk adik- adik tercinta, Leo dan Tika. Semoga aku sebagai kakak, memberi pesan yang baik bagi kalian berdua.

  3. Terimakasih untuk Kristian Mahendra Keize. Seorang yang sangat luar biasa dalam menghadapi hidup, yang selalu memberikan semangat dan menjalani apapun dengan berpikir secara sederhana dalam tawa dan bijaksana dalam kecerdasan.

  4. Terimakasih untuk Ibu Vera Suryani dan Ibu Setyorini, yang selalu membimbing, memberikan saran dan semangat untuk menyelesaikan segala sesuatu yang tertinggal di kampus tercinta, agar segala kewajiban terpenuhi dan segala cita- cita terengkuh.

  5. Terimakasih untuk Keluarga Mahasiswa Katholik IT Telkom. Di sinilah tempat untuk belajar, tertawa, dan beriman. Kebahagiaan selalu berada di dalamnya saat aku merasakan duka. Semoga kalian terus selalu membentuk keluarga baru.

  6. Terimakasih untuk keluarga besar Sukapura Indah, Reni, Siska, Agnes, Nawang, Pandu, Birawa, Hendro, Christian, Ari, Gatot, Dhea, Corry, Grace, Lucia, Patricia, Arman, Desi, Ferico, Ipam, Dito, Amos, dan Mas Sukar. Kalian telah memberikan suara di tempat yang sunyi. Menyanyikan lagu yang tak pernah terdengar.

  7. Terimakasih kepada keluarga KSR IT Telkom, khususnya Toni, Fitri, Desta, Andry, Setyo, Deri, Latif, Vita, Medya, pelajaran yang berharga telah diberikan. Bahwa kemanusiaan dan kesukarelaan adalah sesuatu berharga yang harus tetap dijaga.

  8. Terimakasih untuk Common lab, yang telah mengijinkan aku untuk bergabung ke dunia yang lain dari sebelumnya aku pernah bayangkan. Membagikan ilmu bagi orang lain itu menyenangkan.

  9. Terimakasih untuk teman teman IF, terutama IF-30-01 termasuk ibu- ibu PKK. Kalian luar biasa! We win! Kepada Anggi Sophian Sipahutar, sahabat pena digital, teman bercerita dan teman menderita, aku yakin kamu juga bisa.

  10. Terimakasih kepada alam, yang mengajarkan bahwa tujuan hidup adalah keselamatan setelah mencapai puncak tertinggi. Walaupun untuk menempuhnya, banyak tanjakan curam dan lubang yang dalam, semakin sering aku kelelahan dan terjatuh, aku teringat untuk beristirahat dan bangkit lagi.


“ Mimpi membuat aku menjalani hidup. Aku bermimpi dalam kehidupan. Ketika aku berhenti bermimpi, aku berhenti hidup.”

 

Wednesday, 2 November 2011

Sebenernya Sih....

Sebenernya sih... Pengen banget nulis dengan kata- kata sophisticated, biar keliatan ciamik dan dahsyat. Cuman kenapa ya, vocab bahasa Indonesia saya tidak begitu banyak... Kalau dibandingkan dengan penulis lainnya, saya jadi merasa rendah diri.

Yah, mungkin untuk sementara, ini udah keren, biar begini adanya. Saya berbicara dengan otak saya yang sederhana, tidak ingin membuat orang berkerut jidat dan lapar mata mencari bahan bacaan lain. Minimal, tujuan saya menulis harus terwujud ketika orang membaca tulisan saya: terhibur. Mungkin sedikit mengerutkan jidat, tapi tidak sampai malas membaca.

Mungkin sekali- kali saya harus mencoba membawakan tulisan yang banyak artinya dan vocabnya harus nyari dua hari sebelumnya...

Ciao!

Saturday, 15 October 2011

Basa Basi Hadiah Ulang Tahun

Dear Monyetku,

Betul, ini adalah surat untuk kamu. Kamu pasti tahu kalau aku sayang kamu. Tidak pernah seharipun aku melewatkan kamu dalam mimpi- mimpiku. Kamu juga pasti menanti mimpi- mimpi kita yang belum terwujud. Tenang saja, waktu tidak akan lari kemana ketika aku menggenggam tanganmu. Kita akan meninggalkan waktu jauh di belakang saat kita melangkah. Dimana ada kamu, waktu duniaku menjadi terhenti walaupun waktumu terus berlari. Waktu itu juga yang sudah menjadikan kamu seperti sekarang, yang lebih kuat dan bahagia. Lebih gembira, walaupun tak ada yang menjaga.

Eh, sadarkah kamu, kita selalu membagi mimpi bersama. Itu yang membuat kita bahagia. Aku bahagia. Apalagi ketika aku melihatmu memandang tembok dengan tatapan kosong, memikirkan sesuatu yang masiv bagimu. Kamu begitu mempesona, ya… setidaknya di mataku. Apalagi ketika melihat kerutan di ujung matamu ketika kau tertawa.

Sudah cukup basa basinya. Aku hanya ingin mengucapkan selamat sayang, sudah menempuh 9125 hari di dunia. Kamu berhasil melaluinya bahkan dengan cara yang luar biasa, dengan cara istimewa. Sampai detik ini pun aku masih bertanya- tanya, bagaimana bisa kamu bertahan hidup dengan keadaan seperti dulu. Selamat telah mencapai apa yang sudah kamu inginkan dan belum kamu dapatkan. Sesekalinya kamu harus bersyukur, walaupun dalam hati.

Berarti, aku tinggal menanti harapan- harapan yang tidak disertai dengan tiupan lilin di hari ulangtahunmu ini. Aku percaya, bahwa setiap harapan akan terwujud, diiringi dengan doa, dan kerja keras yang selama ini kau lakukan.

Monyetku, ini bukan pisang, tapi surat untukmu. Semoga kau bahagia, tidak hanya di hari ulangtahunmu. Tapi juga di hari lain, apalagi ketika bersamaku.

 

Love,

Marmut yang baru tercipta tadi malam

 

Teruntuk: Kristian Mahendra Keize
Selamat ulang tahun yang ke 25

Sunday, 9 October 2011

Jalan Menuju Mimpi

Kebiasaan saya akhir- akhir ini adalah menulis tanpa tau apa yang saya tulis. Berdasarkan peristiwa setiap harinya yang saya lewati, saya coba untuk menulis. Namun terantuk di suatu bagian. Sama seperti ketika saya melangkah, lalu menemukan jalan buntu, saya bukannya berbalik untuk mencari arah yang benar, tapi saya hanya terdiam. Merenungi diri, kenapa saya bisa sampai disini, siapa yang salah, saya yang salah atau ada orang lain yang berperan sehingga saya bisa sampai di tempat ini.

Sekarang adalah fase dimana saya sadar, bahwa merenungi jalan buntu di hadapan saya kurang begitu berarti. Namun, saya menemukan suatu hal baru, daripada saya beputar untuk mencari arah yang benar atau menanyakan arah kepada seseorang, lebih baik saya membongkar jalan buntu. Mendobrak kesadaran yang ada. Saya akan membiarkan kaki terus berjalan dan insting yang menuntun. Ketika ada matahari, biarlah saya berjalan menuju matahari sampai pukul duabelas siang. Lalu beristirahat untuk sekedar mengambil nafas atau minum untuk mengusir haus.

Kaki saya mulai beranjak, untuk membuat kerangka baru dari setiap cuilan kilasan hidup saya bersama orang- orang terdekat dan orang- orang terjauh. Hanya untuk harapan sederhana, yaitu mewujudkan mimpi kecil. Karena hidup adalah perjalanan menuju mimpi...

Gracias

Friday, 30 September 2011

Jakarta-Bandung-Jakarta

Pernahkan kamu merasakan ingin sekali mempunyai sesuatu?

Aku sedang ingin. Ingin sekali. Tapi rasa rasanya tidak bisa tercapai. Ingin apa? Ingin ada embel- embel S.T di belakang namaku...

Ya... Emang klise sih, tapi bukannya setiap orang yang kuliah pengen lulus? Sama aja kayak setiap orang yang lapar pengen kenyang. Ya... Aku kelaparan. Alhasil, hidupku akhir- akhir ini berakhir melodramatis. Nonton Oprah nangis, nonton the Ghost Wisperer nya Jennifer Love Hewwit nangis, nonton National Geographic nangis, bahkan nonton animax juga nangis. Lebih nangis lagi kalo nonton putri yang ditukar. Sedih... Kenapa masih ada yang mau nonton anak 16 tahun dibedakin kayak ibu- ibu dan diculik ke Hongkong.

Okey, back to basic. Kesalahan sebenarnya terletak di aku. Yang udah ngelamar kerja sebelum lulus. Ga kepikiran aja kalau kerja menguras tenaga dan otak. Capek. Pulang- pulang cuman pengennya nonton Glee sambil merem melek karena ngantuk. Udah gak cukup otaknya buat kerja lagi. Dan ternyata bolak balik Jakarta- Bandung- Jakarta dalam sehari seminggu sekali itu sangat melelahkan. Apalagi kalau cuman buat ketemu dosen setengah jam.

Yeah, I don't want to get tortured. I think my BF already enough to  hear from me about this matter...

Dear, blog sayang... Maapin mamah ya :*

Friday, 19 August 2011

Bullying Message

Hari ini saya mendapat sms dari orang yang sama sekali tidak saya kenal. Dia menyamar sebagai pacar saya. Bahkan lebih posesif dari aslinya. Jika saya tidak balas smsnya dalam dua menit, dia akan mengirimkan pesan: "Kenapa kamu ga balas sms aku?". Sedangkan saya sudah tidak tertarik menghadapi orang- orang seperti ini. Aaah... lain kali saya berjanji pada diri sendiri, tidak akan usil menanggapi sms seperti ini lagi. Ujung- ujungnya?? Dia minta tidur bareng. Tepatnya, dia meniduri saya. Tidur bersama. Oh, don't even thing that I fulfill his wish.

Hello, I've got sex message from someone I don't know either.
Thank you for the lesson.
 

I am Nia Template by Ipietoon Cute Blog Design