Thursday, 21 June 2012

Ready for Astronomy

Ini sebenarnya gara- gara mimpi. Ya... saya memang orang yang sangat memperhatikan mimpi dan hal- hal seperti imajinasi yang terlalu imajiner seperti itu. Dari situlah saya hidup.

Mimpinya sebenernya udah lupa kayak gimana, tapi yang jelas, saya memimpikan supermoon yang sangat super, bulannya keliatan segede gunung, dan gunungnya cuman keliatan kayak gunung teletabis. Bulannya merah. Oke, habis itu bulan punya satelit buatan manusia, berhubung bulannya lagi supermoon, makanya satelitnya juga keliatan banget lagi ngiderin bulan. Alhasil terjadi "gerhana bulan oleh satelit". Di bumi keliatan bayangan satelitnya.

Anyway, absurd. Very.

That's why saya berniat belajar ilmu kosmik dan astronomi. Penasaran, siapa tau, lewat mimpi Tuhan mau menunjukkan bahwa saya lebih cocok jadi astronot daripada market researcher :D.

 

Cheers,

Nia

Monday, 23 April 2012

Matur Sembah Nuwun

Sudah lama, saya ingin posting ini. Saya baru ingat sekarang. Mungkin karena euforia yang tak seberapa itu. Kenapa? Akhirnya saya lulus! Yeah! Waktu dosen pembimbing saya bilang, "selamat, Nia, kamu lulus." Saya langsung joget shuffle di ruang sidang, walaupun sebenarnya saya udah tau kalo saya pasti lulus (sombong dikit hahaha).

Tidak mau jadi orang sombong dan lupa akan kerendahan hati yang biasa diajarkan di PMP waktu eSDe, saya ingin mengucapkan 'Matur Sembah Nuwun' untuk semua pihak yang terkait secara langsung maupun tidak dalam kuliah dan penyelesaian TA saya selama 5,5 tahun di IT Telkom Bandung jurusan Teknik Informatika. Sekarang, saya menyandang gelar S.T di belakang nama saya. Puas? Sedikit. Kalau manusia cepat puasnya, kapan majunya??

Lembar Persembahan
Banyak pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam pengerjaan tugas akhir ini. Penulis mempersembahkan setiap lembar tugas akhir ini kepada semua yang tertulis di lembar ini.




  1. Terimakasih kepada Sang Bijaksana pencipta semesta. Ketika aku membuka mata dan sadar bahwa aku masih bisa bernafas, aku merasa Kau ada, mendampingiku dalam setiap kata yang kutulis pada buku harian waktu. Terimakasih karena kuboleh memanggilMu Bapa. Terimakasih kepada hati Yesus tak bernoda, dan kepada Bunda Maria yang selalu berdoa bagi anak- anaknya.

  2. Terimakasih kepada Bapak dan Ibu. Atas semangat yang selalu dilimpahkan seperti hujan di bulan Desember. Untuk doa yang terus menerus terucap dari hati orangtua kepada anaknya. Sampai ketika aku menutup mata nanti, aku tak akan bisa membayar kasih yang tak pernah terucapkan oleh kata.Terimakasih untuk adik- adik tercinta, Leo dan Tika. Semoga aku sebagai kakak, memberi pesan yang baik bagi kalian berdua.

  3. Terimakasih untuk Kristian Mahendra Keize. Seorang yang sangat luar biasa dalam menghadapi hidup, yang selalu memberikan semangat dan menjalani apapun dengan berpikir secara sederhana dalam tawa dan bijaksana dalam kecerdasan.

  4. Terimakasih untuk Ibu Vera Suryani dan Ibu Setyorini, yang selalu membimbing, memberikan saran dan semangat untuk menyelesaikan segala sesuatu yang tertinggal di kampus tercinta, agar segala kewajiban terpenuhi dan segala cita- cita terengkuh.

  5. Terimakasih untuk Keluarga Mahasiswa Katholik IT Telkom. Di sinilah tempat untuk belajar, tertawa, dan beriman. Kebahagiaan selalu berada di dalamnya saat aku merasakan duka. Semoga kalian terus selalu membentuk keluarga baru.

  6. Terimakasih untuk keluarga besar Sukapura Indah, Reni, Siska, Agnes, Nawang, Pandu, Birawa, Hendro, Christian, Ari, Gatot, Dhea, Corry, Grace, Lucia, Patricia, Arman, Desi, Ferico, Ipam, Dito, Amos, dan Mas Sukar. Kalian telah memberikan suara di tempat yang sunyi. Menyanyikan lagu yang tak pernah terdengar.

  7. Terimakasih kepada keluarga KSR IT Telkom, khususnya Toni, Fitri, Desta, Andry, Setyo, Deri, Latif, Vita, Medya, pelajaran yang berharga telah diberikan. Bahwa kemanusiaan dan kesukarelaan adalah sesuatu berharga yang harus tetap dijaga.

  8. Terimakasih untuk Common lab, yang telah mengijinkan aku untuk bergabung ke dunia yang lain dari sebelumnya aku pernah bayangkan. Membagikan ilmu bagi orang lain itu menyenangkan.

  9. Terimakasih untuk teman teman IF, terutama IF-30-01 termasuk ibu- ibu PKK. Kalian luar biasa! We win! Kepada Anggi Sophian Sipahutar, sahabat pena digital, teman bercerita dan teman menderita, aku yakin kamu juga bisa.

  10. Terimakasih kepada alam, yang mengajarkan bahwa tujuan hidup adalah keselamatan setelah mencapai puncak tertinggi. Walaupun untuk menempuhnya, banyak tanjakan curam dan lubang yang dalam, semakin sering aku kelelahan dan terjatuh, aku teringat untuk beristirahat dan bangkit lagi.


“ Mimpi membuat aku menjalani hidup. Aku bermimpi dalam kehidupan. Ketika aku berhenti bermimpi, aku berhenti hidup.”

 

Saturday, 18 February 2012

Dear Estrogen

Saat- saat wanita menyalahkan estrogen: ketika setiap malam diam- diam menyalakan microwave sambil memasak mi instan

Saat- saat pria menyalahkan estrogen: setiap saat

 

That's why... We call it estrogen syndrome

Tuesday, 15 November 2011

-?-

Tidak bolehkah aku sedikit terpesona,
pada hitam keriting rambutmu yang selalu kau cukur dua senti di atas kulit kepala
atau pada legam tubuhmu yang menjelaga karena pigmen yang tak merata

Kamu harusnya memang selalu ada,
meskipun hanya untuk memujaku semata.
Setiap aku mengucapkan selamat di pagi hari karena masih bisa bernapas lega,
walaupun dunia sudah mulai berduka

Sumbang nyanyianmu meretas sukma,
kapankah kita akan mulai mencinta?
Ternyata kamu hidup di dunia maya...

Monday, 14 November 2011

23

Hari ini aku bertanya- tanya, ketika Bapak sedang panik karena istrinya akan melahirkan anak pertama. Seperti apakah dia? Ketika ibu merasakan kesakitan bukaan di rahimnya, seperti apa wajahnya? Ketika seorang anak manusia akan memulai mencari dosa, apa yang dipikirkannya?

Sejak pertama aku memandang cermin, aku langsung jatuh cinta. Terpesona akan keindahan diri sendiri. Lalu memuji Sang Pencipta, mengapa Dia bisa membuat makhluk seperti ini. Hormatku ya Tuhan, atas segala sentuhan Mu pada diriku.

Aku kini 23.

Wednesday, 2 November 2011

Sebenernya Sih....

Sebenernya sih... Pengen banget nulis dengan kata- kata sophisticated, biar keliatan ciamik dan dahsyat. Cuman kenapa ya, vocab bahasa Indonesia saya tidak begitu banyak... Kalau dibandingkan dengan penulis lainnya, saya jadi merasa rendah diri.

Yah, mungkin untuk sementara, ini udah keren, biar begini adanya. Saya berbicara dengan otak saya yang sederhana, tidak ingin membuat orang berkerut jidat dan lapar mata mencari bahan bacaan lain. Minimal, tujuan saya menulis harus terwujud ketika orang membaca tulisan saya: terhibur. Mungkin sedikit mengerutkan jidat, tapi tidak sampai malas membaca.

Mungkin sekali- kali saya harus mencoba membawakan tulisan yang banyak artinya dan vocabnya harus nyari dua hari sebelumnya...

Ciao!

Puisi Hujan

Perhatikan saja, setiap orang yang memandang hujan
Lalu merindukan panas mentari dan mengumpat kenapa hujan lagi
Namun ketika mentari itu datang, mereka beranjak pergi
Bukan berterimakasih atas sang hari

Perhatikan saja, setiap orang yang memandang hujan
Mengambil gitar untuk memainkan lagu
Sambil mengingat kekasih yang telah berlalu
Mereka menciptakan lagu hujannya

Perhatikan saja, setiap orang yang memandang hujan
Lalu menangis, menemani hujan membasahi bumi
Lalu menjadi sendu, tiba- tiba kelabu
Menantikan seseorang yang dulu ada, dan sekarang tak akan kembali

Perhatikan saja, setiap orang yang memandang hujan
Kembali tak acuh dengan rintiknya
Lalu menulis puisi tentang orang lain yang memandang hujan
Tidak pernah peduli hujan dan terang, kemudian tertidur

Siapakah yang mengharapkan hujan?
 

I am Nia Template by Ipietoon Cute Blog Design