Have you find "the one"? Kalo saya sih, sementara sudah. Sementara, sampai ada kata- kata "I do" di depan altar. [caption id="" align="alignnone" width="400" caption="source: http://darrenhardy.success.com"]
Monday, 13 August 2012
If You're Not The One
Mendengarkan "If You're Not The One"- nya Daniel Bedingfield. Yeah, call me wanita menye- menye yang masih nangis waktu nonton One Litre of Tears.
Have you find "the one"? Kalo saya sih, sementara sudah. Sementara, sampai ada kata- kata "I do" di depan altar. [caption id="" align="alignnone" width="400" caption="source: http://darrenhardy.success.com"]
[/caption]
Have you find "the one"? Kalo saya sih, sementara sudah. Sementara, sampai ada kata- kata "I do" di depan altar. [caption id="" align="alignnone" width="400" caption="source: http://darrenhardy.success.com"]
Thursday, 2 August 2012
PDKT dan Analogi Mencontek
Berkutat dengan orang- orang yang jatuh cinta itu bikin bahagia, soalnya tiap hari ngeliat orang yang senyum- senyum sendiri sambil ngeliatin gadgetnya. Saya punya beberapa teman yang sedang jatuh cinta. Lumayan sih, bisa denger cerita mereka sehari- hari. Bikin berseri- seri. Seneng aja ngeliat orang blushing karena hal- hal sederhana. Misalnya waktu ngeliat kecengannya rambutnya berantakan. Ato cuman gara- gara disenyumin doank. Bahagia itu sederhana.
Saya dengan pasti berkata bahwa saya adalah salah satu segmen wanita yang agak agresif kalo lagi jatuh cinta. Nggak seagresif minta nomor sama orang yang belom kenal sih... Cuman, saya jago bikin skenario.
"Ni, gue hari ini bahagia.", kata Yuna.
"Kenapa?"
"Nggak papa sih, cuman tadi di kereta ngeliat cowok kece."
Lalu Yuna bercerita tentang si Mr. Trainman ini. Ramah, suka senyum dan sayangnya belum sempet kenalan. Yaaah... saya tahu. Yuna ini manis dan pemalu, jadi gak mau kenalan sebenarnya, bukan belom sempet kenalan. Berbekal ceritanya bahwa dia dulu sering bareng seorang cowok di kereta, dan ternyata kecewa karena gak pernah kenalan, gara- gara cowoknya terlihat jutek, saya gemes.
"Kali ini lo harus kenalan, Yun...", menurut saya ini plan B Tuhan. Soalnya plan A-nya dulu nggak berhasil, cowoknya terlalu jutek, dan ceweknya terlalu pemalu.
Lalu saya ber-analogi.
"Yun, PDKT sama orang kayak gini ibaratnya mencontek. Lo lagi nyontek waktu ujian, bobotnya 50% dan lo tau pengawasnya itu senior lo di kampus. Keliatannya galak sih, tapi lo gak kenal dia. Lo duduk paling depan, dan sempet dipelototin soalnya gelisah gara- gara ga tau jawaban sama sekali. Pilihan lo cuman dua:
Saya dengan pasti berkata bahwa saya adalah salah satu segmen wanita yang agak agresif kalo lagi jatuh cinta. Nggak seagresif minta nomor sama orang yang belom kenal sih... Cuman, saya jago bikin skenario.
"Ni, gue hari ini bahagia.", kata Yuna.
"Kenapa?"
"Nggak papa sih, cuman tadi di kereta ngeliat cowok kece."
Lalu Yuna bercerita tentang si Mr. Trainman ini. Ramah, suka senyum dan sayangnya belum sempet kenalan. Yaaah... saya tahu. Yuna ini manis dan pemalu, jadi gak mau kenalan sebenarnya, bukan belom sempet kenalan. Berbekal ceritanya bahwa dia dulu sering bareng seorang cowok di kereta, dan ternyata kecewa karena gak pernah kenalan, gara- gara cowoknya terlihat jutek, saya gemes.
"Kali ini lo harus kenalan, Yun...", menurut saya ini plan B Tuhan. Soalnya plan A-nya dulu nggak berhasil, cowoknya terlalu jutek, dan ceweknya terlalu pemalu.
Lalu saya ber-analogi.
"Yun, PDKT sama orang kayak gini ibaratnya mencontek. Lo lagi nyontek waktu ujian, bobotnya 50% dan lo tau pengawasnya itu senior lo di kampus. Keliatannya galak sih, tapi lo gak kenal dia. Lo duduk paling depan, dan sempet dipelototin soalnya gelisah gara- gara ga tau jawaban sama sekali. Pilihan lo cuman dua:
- Lo nggak nyontek sama sekali soalnya lo takut dilaporin sama pengawas. Akibat : lo ga bisa jawab soal sama sekali. Nilai lo akan jadi E.
- Lo akan coba nyontek, ngeluarin kertas contekan dari kantong celana lo. Masa bodok dengan pengawas walaupun dipelototin dan disuruh masukin contekannya. Akibat: Kalau dilaporin nilai dapet E, kalau ga dilaporin, berarti lo hoki. Bisa dapet minimal B lah, kalau dapet A alhamdulilah...
Tinggal lo pilih aja Yun, yang mana..."
Kalau gue akan pilih nyontek, toh nggak akan ada ruginya. Semua itu diawali dengan anggukan dan senyuman, lalu basa- basi 'mau pergi kemana' atau 'eh, ketemu lagi', atau cuman sekedar 'hai'. Lama- lama jadi follow twitter, tukeran facebook sampai mungkin bisa tukeran cincin. Who knows?
Saya pilih mencontek :D
Labels:
cerita pendek,
curhat,
short story
Thursday, 21 June 2012
Ready for Astronomy
Ini sebenarnya gara- gara mimpi. Ya... saya memang orang yang sangat memperhatikan mimpi dan hal- hal seperti imajinasi yang terlalu imajiner seperti itu. Dari situlah saya hidup.
Mimpinya sebenernya udah lupa kayak gimana, tapi yang jelas, saya memimpikan supermoon yang sangat super, bulannya keliatan segede gunung, dan gunungnya cuman keliatan kayak gunung teletabis. Bulannya merah. Oke, habis itu bulan punya satelit buatan manusia, berhubung bulannya lagi supermoon, makanya satelitnya juga keliatan banget lagi ngiderin bulan. Alhasil terjadi "gerhana bulan oleh satelit". Di bumi keliatan bayangan satelitnya.
Anyway, absurd. Very.
That's why saya berniat belajar ilmu kosmik dan astronomi. Penasaran, siapa tau, lewat mimpi Tuhan mau menunjukkan bahwa saya lebih cocok jadi astronot daripada market researcher :D.
Cheers,
Nia
Mimpinya sebenernya udah lupa kayak gimana, tapi yang jelas, saya memimpikan supermoon yang sangat super, bulannya keliatan segede gunung, dan gunungnya cuman keliatan kayak gunung teletabis. Bulannya merah. Oke, habis itu bulan punya satelit buatan manusia, berhubung bulannya lagi supermoon, makanya satelitnya juga keliatan banget lagi ngiderin bulan. Alhasil terjadi "gerhana bulan oleh satelit". Di bumi keliatan bayangan satelitnya.
Anyway, absurd. Very.
That's why saya berniat belajar ilmu kosmik dan astronomi. Penasaran, siapa tau, lewat mimpi Tuhan mau menunjukkan bahwa saya lebih cocok jadi astronot daripada market researcher :D.
Cheers,
Nia
Monday, 23 April 2012
Matur Sembah Nuwun
Sudah lama, saya ingin posting ini. Saya baru ingat sekarang. Mungkin karena euforia yang tak seberapa itu. Kenapa? Akhirnya saya lulus! Yeah! Waktu dosen pembimbing saya bilang, "selamat, Nia, kamu lulus." Saya langsung joget shuffle di ruang sidang, walaupun sebenarnya saya udah tau kalo saya pasti lulus (sombong dikit hahaha).
Tidak mau jadi orang sombong dan lupa akan kerendahan hati yang biasa diajarkan di PMP waktu eSDe, saya ingin mengucapkan 'Matur Sembah Nuwun' untuk semua pihak yang terkait secara langsung maupun tidak dalam kuliah dan penyelesaian TA saya selama 5,5 tahun di IT Telkom Bandung jurusan Teknik Informatika. Sekarang, saya menyandang gelar S.T di belakang nama saya. Puas? Sedikit. Kalau manusia cepat puasnya, kapan majunya??
Tidak mau jadi orang sombong dan lupa akan kerendahan hati yang biasa diajarkan di PMP waktu eSDe, saya ingin mengucapkan 'Matur Sembah Nuwun' untuk semua pihak yang terkait secara langsung maupun tidak dalam kuliah dan penyelesaian TA saya selama 5,5 tahun di IT Telkom Bandung jurusan Teknik Informatika. Sekarang, saya menyandang gelar S.T di belakang nama saya. Puas? Sedikit. Kalau manusia cepat puasnya, kapan majunya??
Lembar Persembahan
Banyak pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam pengerjaan tugas akhir ini. Penulis mempersembahkan setiap lembar tugas akhir ini kepada semua yang tertulis di lembar ini.
- Terimakasih kepada Sang Bijaksana pencipta semesta. Ketika aku membuka mata dan sadar bahwa aku masih bisa bernafas, aku merasa Kau ada, mendampingiku dalam setiap kata yang kutulis pada buku harian waktu. Terimakasih karena kuboleh memanggilMu Bapa. Terimakasih kepada hati Yesus tak bernoda, dan kepada Bunda Maria yang selalu berdoa bagi anak- anaknya.
- Terimakasih kepada Bapak dan Ibu. Atas semangat yang selalu dilimpahkan seperti hujan di bulan Desember. Untuk doa yang terus menerus terucap dari hati orangtua kepada anaknya. Sampai ketika aku menutup mata nanti, aku tak akan bisa membayar kasih yang tak pernah terucapkan oleh kata.Terimakasih untuk adik- adik tercinta, Leo dan Tika. Semoga aku sebagai kakak, memberi pesan yang baik bagi kalian berdua.
- Terimakasih untuk Kristian Mahendra Keize. Seorang yang sangat luar biasa dalam menghadapi hidup, yang selalu memberikan semangat dan menjalani apapun dengan berpikir secara sederhana dalam tawa dan bijaksana dalam kecerdasan.
- Terimakasih untuk Ibu Vera Suryani dan Ibu Setyorini, yang selalu membimbing, memberikan saran dan semangat untuk menyelesaikan segala sesuatu yang tertinggal di kampus tercinta, agar segala kewajiban terpenuhi dan segala cita- cita terengkuh.
- Terimakasih untuk Keluarga Mahasiswa Katholik IT Telkom. Di sinilah tempat untuk belajar, tertawa, dan beriman. Kebahagiaan selalu berada di dalamnya saat aku merasakan duka. Semoga kalian terus selalu membentuk keluarga baru.
- Terimakasih untuk keluarga besar Sukapura Indah, Reni, Siska, Agnes, Nawang, Pandu, Birawa, Hendro, Christian, Ari, Gatot, Dhea, Corry, Grace, Lucia, Patricia, Arman, Desi, Ferico, Ipam, Dito, Amos, dan Mas Sukar. Kalian telah memberikan suara di tempat yang sunyi. Menyanyikan lagu yang tak pernah terdengar.
- Terimakasih kepada keluarga KSR IT Telkom, khususnya Toni, Fitri, Desta, Andry, Setyo, Deri, Latif, Vita, Medya, pelajaran yang berharga telah diberikan. Bahwa kemanusiaan dan kesukarelaan adalah sesuatu berharga yang harus tetap dijaga.
- Terimakasih untuk Common lab, yang telah mengijinkan aku untuk bergabung ke dunia yang lain dari sebelumnya aku pernah bayangkan. Membagikan ilmu bagi orang lain itu menyenangkan.
- Terimakasih untuk teman teman IF, terutama IF-30-01 termasuk ibu- ibu PKK. Kalian luar biasa! We win! Kepada Anggi Sophian Sipahutar, sahabat pena digital, teman bercerita dan teman menderita, aku yakin kamu juga bisa.
- Terimakasih kepada alam, yang mengajarkan bahwa tujuan hidup adalah keselamatan setelah mencapai puncak tertinggi. Walaupun untuk menempuhnya, banyak tanjakan curam dan lubang yang dalam, semakin sering aku kelelahan dan terjatuh, aku teringat untuk beristirahat dan bangkit lagi.
“ Mimpi membuat aku menjalani hidup. Aku bermimpi dalam kehidupan. Ketika aku berhenti bermimpi, aku berhenti hidup.”
Labels:
curhat
Saturday, 18 February 2012
Dear Estrogen
Saat- saat wanita menyalahkan estrogen: ketika setiap malam diam- diam menyalakan microwave sambil memasak mi instan
Saat- saat pria menyalahkan estrogen: setiap saat
That's why... We call it estrogen syndrome
Saat- saat pria menyalahkan estrogen: setiap saat
That's why... We call it estrogen syndrome
Labels:
cerita pendek,
cerpen,
Et Cetera
Tuesday, 15 November 2011
-?-
Tidak bolehkah aku sedikit terpesona,
pada hitam keriting rambutmu yang selalu kau cukur dua senti di atas kulit kepala
atau pada legam tubuhmu yang menjelaga karena pigmen yang tak merata
Kamu harusnya memang selalu ada,
meskipun hanya untuk memujaku semata.
Setiap aku mengucapkan selamat di pagi hari karena masih bisa bernapas lega,
walaupun dunia sudah mulai berduka
Sumbang nyanyianmu meretas sukma,
kapankah kita akan mulai mencinta?
Ternyata kamu hidup di dunia maya...
pada hitam keriting rambutmu yang selalu kau cukur dua senti di atas kulit kepala
atau pada legam tubuhmu yang menjelaga karena pigmen yang tak merata
Kamu harusnya memang selalu ada,
meskipun hanya untuk memujaku semata.
Setiap aku mengucapkan selamat di pagi hari karena masih bisa bernapas lega,
walaupun dunia sudah mulai berduka
Sumbang nyanyianmu meretas sukma,
kapankah kita akan mulai mencinta?
Ternyata kamu hidup di dunia maya...
Monday, 14 November 2011
23
Hari ini aku bertanya- tanya, ketika Bapak sedang panik karena istrinya akan melahirkan anak pertama. Seperti apakah dia? Ketika ibu merasakan kesakitan bukaan di rahimnya, seperti apa wajahnya? Ketika seorang anak manusia akan memulai mencari dosa, apa yang dipikirkannya?
Sejak pertama aku memandang cermin, aku langsung jatuh cinta. Terpesona akan keindahan diri sendiri. Lalu memuji Sang Pencipta, mengapa Dia bisa membuat makhluk seperti ini. Hormatku ya Tuhan, atas segala sentuhan Mu pada diriku.
Aku kini 23.
Sejak pertama aku memandang cermin, aku langsung jatuh cinta. Terpesona akan keindahan diri sendiri. Lalu memuji Sang Pencipta, mengapa Dia bisa membuat makhluk seperti ini. Hormatku ya Tuhan, atas segala sentuhan Mu pada diriku.
Aku kini 23.
Labels:
Art,
cerita pendek,
prosa,
short story
Subscribe to:
Posts (Atom)